Ini bukan sekadar festival, melainkan sebuah gerakan: Synchronize Festival dan praktik budaya berbasis komunitas.
Abstrak
Festival musik menjadi ruang penting bagi ekspresi budaya dan keterlibatan komunitas dalam lanskap budaya perkotaan Indonesia. Namun, kajian mengenai festival musik masih banyak menitikberatkan pada pariwisata, place branding, dan dampak ekonomi, sementara perannya dalam gerakan budaya, keberlanjutan, dan praktik budaya berbasis komunitas belum banyak dikaji. Penelitian ini menganalisis perkembangan Synchronize Festival selama satu dekade dan mengeksplorasi transformasinya dari acara musik menjadi gerakan budaya yang lebih luas. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui observasi partisipatif, analisis dokumen, dan kajian media yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Synchronize Festival membangun ekosistem budaya melalui kolaborasi musisi, seniman, kolektif, dan audiens. Inisiatif S.i.S.a memperkuat praktik keberlanjutan melalui pengelolaan sampah, stasiun isi ulang air, energi terbarukan, dan mobilitas berkelanjutan. Diskusi publik, pembelajaran kolektif, dan pengarsipan budaya turut mendorong produksi pengetahuan dan kolektivitas komunitas. Temuan ini menegaskan transformasi Synchronize Festival menjadi gerakan budaya berbasis komunitas yang mendorong kolaborasi, kepedulian lingkungan, dan partisipasi kolektif.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya dalam jurnal ini.
- Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan mengizinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini .
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.