Framing Respons Hasan Nasbi Kasus Kepala Babi Tempo di Detik.com dan Kompas.com
Abstrak
Kasus pengiriman paket kepala babi kepada jurnalis Tempo pada 19 Maret 2025 memicu perhatian luas, terutama setelah tanggapan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dianggap kurang berempati. Studi ini bertujuan mengkaji pembingkaian Detik.com dan Kompas.com atas respons tersebut dalam konteks teror terhadap jurnalis dan komunikasi publik pemerintah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis framing Pan dan Kosicki terhadap 14 berita yang terbit pada 19 Maret–9 April 2025. Temuan menunjukkan Detik.com menghadirkan isu secara dinamis dengan memuat klarifikasi pemerintah sekaligus kritik politik dan etika, sehingga menonjolkan polemik komunikasi elite. Sebaliknya, Kompas.com menitikberatkan pada isu kebebasan pers dan kronologi peristiwa di awal pemberitaan, kemudian mengarahkan narasi pada evaluasi internal pemerintah melalui pengakuan tanggung jawab Presiden. Perbedaan struktur dan pilihan diksi memperlihatkan peran media dalam membentuk makna serta memengaruhi persepsi publik mengenai teror pers, akuntabilitas negara, dan kualitas komunikasi demokratis.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya dalam jurnal ini.
- Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan mengizinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini .
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.