PERSEPSI NETIZEN TERHADAP NETIKET DI SOSIAL MEDIA (Studi Terhadap Persepsi Mahasiswa Di Kota Banda Aceh)
DOI:
https://doi.org/10.35967/jkms.v12i1.7511Kata Kunci:
Mahasiswa, Media Sosial, Netiket, Netizen, Persepsi.Abstrak
PERSEPSI NETIZEN TERHADAP NETIKET DI SOSIAL MEDIA (Studi Terhadap Persepsi Mahasiswa Di Kota Banda Aceh)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa di Banda Aceh terhadap etiket di media sosial. Sebanyak 13 mahasiswa di Kota Banda Aceh terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan snowball sampling technique. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya penerapan etiket di media sosial. Narasumber setuju bahwa penerapan etiket di media sosial sama penting dengan penerapan etiket di dunia nyata. Namun, sebaliknya memiliki persepsi negatif terhadap pelanggaran netiket bermedia sosial. Beberapa jenis pelanggaran netiket yang sering dijumpai adalahmhoax/prank, perundungan (bullying), penyalahgunaan hak cipta, dan tindakan tabu atau tidak sopan. Netizen menyarankan agar pengguna media sosial lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini juga menunjukan rendahnya literasi mahasiswa mengenai netiquette di media sosial, oleh karenanya, disarankan agar pihak perguruan tinggi memberikan materi khusus mengenai pentingnya menjaga etiket dalam bermedia sosial.
Referensi
Agushar, K. B. Z., & & Sukendro, G. G. (2022). Persepsi Remaja Kota Purwokerto terhadap Konten Dark Joke pada Media Sosial Youtube. Journal Untar.Ac.Id, 6(Vol. 6 No. 2 (2022): Koneksi), 236–245.
Amaliya, L., & Setiaji, K. (2017). Pengaruh penggunaan media sosial instagram, teman sebaya dan status ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumtif siswa (Studi Kasus Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Semarang). Economic Education Analysis Journal, 6(3).
Bhanot, S. (2012). Use of social media by companies to reach their customers. In SIES Journal of Management (Vol. 8, Issue 1).
Briggs, A., Burker, P., & Rahman Zainuddin, A. (2006). Sejarah Sosial Media: Dari Gutterberg sampai Internet: Vol. I (I). Yayasan Obor Indonesia.
Christakis, A. N., & Flower H. James. (2010). Connected: Dahsyatnya Kekuatan Jejaring Sosial Mengubah hidup kita. Gramedia Pustaka Utama.
Fahrimal, Y. (2018). Netiquette: Etika Jejaring Sosial Generasi Milenial Dalam Media Sosial. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 22(1). https://doi.org/10.46426/jp2kp.v22i1.82
M Ivan Mahdi. (2022, February 25). Pengguna Media Sosial di Indonesia Capai 191 Juta pada 2022. Dataindonesia.Id.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial; Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016.
Novina Bestari. (2022, January 20). 76,8% Warga RI sudah Pakai Internet, Tapi banyak PR-nya. CNBC Indonesia.
Rakhmat, J. (2007). Persepsi Dalam Proses Belajar Mengajar. Rajawali Press.
Sugiyono. (2016). Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Vandijk, J. (2012). The Network Society (3rd ed.). Sage Publications.
WANTIKNAS. (2020). Akses Digital Meningkat Selama Pademi. WANTIKNAS
Wood, A. F., & Smith, M. J. (2004). Online communication: Linking technology, identity, and culture. In Online Communication: Linking Technology, Identity, & Culture. https://doi.org/10.4324/9781410611321
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya dalam jurnal ini.
- Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan mengizinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini .
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.