INTERAKSI SIMBOLIK DALAM PROSES KOMUNIKASI JUAL BELI TERNAK “MAROSOK” DI PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35967/jkms.v7i1.5664Kata Kunci:
Interaksi simbolik, Marosok, Jual Beli Hewan Ternak, PayakumbuhAbstrak
Penelitian bertujuan melihat proses interaksi simbolik dalam komunikasi jual beli ternak marosok serta konstruksi makna yang terkandung dalam interaksi simbolik pada proses jual beli ternak marosok di Payakumbuh Sumatera Barat. Metode menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang penjual hewan ternak, 2 (dua) orang pembeli dan 1 (satu) orang tokoh masyarakat. Hasil wawancara dan observasi didapatkan bahwa proses tradisi marosok ini dilakukan oleh pedagang ternak, pembeli/toke serta calo/perantara dengan menggunakan simbol-simbol jari-jemari yang ditutupi kain sarung, topi dan sarung tangan serta isyarat tertentu lainnya dimana komunikasi non verbal terjadi ketika mereka melakukan tawar menawar harga hewan ternak, untuk hal lainnya mereka bisa berkomunikasi secara verbal. Makna dari tradisi marosok ini adalah (1) mempertahankan tradisi itu sendiri, (2) menghargai sesama pedagang, (3) daya tarik pariwisata sebagai kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan masyarakat Minangkabau. Simbol-simbol jari dalam tawar menawar, tiap tiap jari melambangkan nominal harga, misalnya jari telunjuk melambangkan Rp. 100.000 - Rp 10.000.000.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya dalam jurnal ini.
- Jurnal memungkinkan penulis untuk memegang hak cipta tanpa batasan dan mengizinkan penulis untuk mempertahankan hak penerbitan tanpa batasan.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini .
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.