Strategi Komunikasi Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja: Mencegah Self-Diagnosis, Memperkuat Akses Bantuan Profesional
Abstract
Self-diagnosis kesehatan mental melalui media digital semakin marak di kalangan pekerja, sementara komunikasi kesehatan mental di organisasi kerja cenderung insidental. Penelitian ini merumuskan strategi komunikasi kesehatan mental di lingkungan kerja untuk mencegah self-diagnosis dan memperkuat akses bantuan profesional. Desain mixed methods sequential exploratory digunakan: wawancara mendalam dengan dua pimpinan unit BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo dan kuesioner daring pada 26 pekerja (13 BPJS Ketenagakerjaan dan 13 dari 12 instansi lain), dianalisis dengan model Miles-Huberman dan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan kecenderungan self-diagnosis sedang-tinggi (M=3,54), komunikasi kesehatan mental kantor yang insidental (M=3,38), serta stigma tersamar di samping penerimaan eksplisit tinggi terhadap rekan terbuka. Triangulasi menegaskan keterkaitan hambatan struktural dan kultural. Temuan merumuskan lima pilar strategi komunikasi yang terstruktur, partisipatif, dan berorientasi keamanan psikologis. Karena sampel kecil dan perspektif kualitatif hanya berasal dari satu organisasi, temuan bersifat eksploratif.
Kata Kunci: komunikasi kesehatan mental; lingkungan kerja; literasi kesehatan mental; self-diagnosis; stigma tempat kerja
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright of the article once accepted for publication shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal.
Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.