Analisis Framing Kompas.id Dan Republika.id Pada Demo Penolakan Kenaikan Gaji DPR
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran media massa dalam membingkai peristiwa demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia. Pemberitaan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk pemahaman masyarakat melalui pemilihan fakta dan penonjolan aspek tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan DPR pada Kompas.id dan Republika.id selama periode Juli–September 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing model Robert Entman yang mencakup empat elemen, yaitu pendefinisian masalah, identifikasi penyebab masalah, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian masalah. Data penelitian diperoleh dari berita yang diterbitkan oleh kedua media tersebut dan berkaitan dengan demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan DPR. Data dianalisis dengan mengidentifikasi pemilihan fakta, penekanan informasi, serta cara media menyusun narasi pemberitaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kompas.id cenderung membingkai demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan bentuk partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah. Sementara itu, Republika.id lebih menekankan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan elite politik. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua media memiliki kecenderungan pembingkaian yang berbeda dalam menyajikan peristiwa yang sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media berperan dalam membentuk konstruksi realitas melalui seleksi fakta, penonjolan isu, dan penyusunan narasi pemberitaan.
Kata kunci: demonstrasi, framing media, Kompas.id, Republika.id.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright of the article once accepted for publication shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.
Authors are permitted to disseminate published articles by sharing the link/DOI of the article at the journal. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from the journal with an acknowledgment of initial publication to this journal.
Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.